Nicholas Clapp, seorang aarkeolog amatir, membaca buku “Arabia Felix” yang ditulis oleh seorang Inggris bernama Bertram Thomas pada tahun 1932. Buku itu menceritakan bahwa ada sebuah daerah di bagian selatan semenanjung Arabia yang sangat maju. Bangsa Yunani menyebut daerah ini “Eudaimon Arabia”. Sarjana Arab abad pertengahan menyebutnya sebagai “Al-Yaman as-Saida”. Semua penamaan tersebut berarti “Arabia yang Beruntung”. Sayangnya Thomas meningggal sebelum penemuanya menjadi berita besar. Clapp kemudian mempelajari arsip-arsip Thomas. Dgn bantuan NASA dan pencarian literatur di Perpustakaan Hutington, Clapp berhasil menemukan kota tersebut dan menggalinya dari dlm gurun pasir dan bahkan melakukan rekonstruksi. Hal ini cukup menggemparkan karena selama ini kisah kota Ubar yang legendaris hanya terdengar sebagai mitos.

Keberuntungan kaum yang tinggaldi kota Ubar berkaitan dengan posisi yang strategis selaku perantara perdagangan rempah-rempah antara India dengan tempat-tempat di sebelah Utara semenanjung Arab. Di samping itu orang-orang di daerah ini menghasilkan dan mendistribusikan “frankincense” sebuah aroma wangi-wangian dari getah/damar sejenis pohon langka yang menjadi barang yang sangat penting dalam masyarakat kuno, tanaman ini digunakan sebagai dupa (asap wangi) dalam bebagai acara religi/keagamaan. Pada sat itu, tanaman tesebut setidaknya sama berharganya seperti emas.

…Adapun kaun Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang, yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus…(QS. Al-Haaqqah: 6-8)

Apakah kamu melihat suatu kecocokan di sini? Diterjang badai sehingga prlahan-lahan terkubur pasir idup2, hiiy 😥

Foto dari langit, kalo gak dari langit gak keliatan

Tanda panah adalah jalur tempat kabilah-kabilah bertemu dan menuju kota Ubar

Foto dari langit, kalo gak dari langit gak keliatan

Foto dari langit, kalo gak dari langit gak keliatan

Hasil rekonstruksi

Dr. Zarins yang memimpin penelitian menyatakan bahwa ciri khas kota ini adalah menara-menara dan tiang-tiang.

…Apakah kamu mendirikan istana pada tiap-tiap tanah tinggi untuk kemegahan tampa ditempati, dan kamu mmbuat benteng -benteng dengan maksud supaya kamu kekal… (QS Asy Syu’araa’ 123-140).

Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum ‘Ad, (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain.( QS AL Fajr: 6-8).

Kok matching yaa

Wallauh’alam wabishab.

Iklan