Latest Entries »

Mawar yang Bersinar di Langit

cat's eye nebula

the Trifid Nebula

Untuk melihat pemandangan antariksa semacam ini diperlukan teleskop hubble, dimana teleskop ini baru ditemukan tahun 1970.

Lebih dari lima belas abad yang lalu, seorang lelaki terpuji dari bani Hasyim sudah pernah mengungkapkan hal ini. Ia mengungkapkan kebenaran. Namun banyak yang mencibir, mengingkarinya, bahkan mengatakannya gila.. Bayangkan…

Ia buta huruf, mustahil ini merupakan perkataan dan pengetahuannya seorang diri. Ada Zat yang Maha Mengetahui yang membimbingnya.

Apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilauan) minyak, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

QS Ar rahman: 37-38

nah kalo yang ini mawar beneran, cantik khaan, warnanya kesukaan saya 😛


Jika anda seorang penyelam, maka anda harus mengunjungi Cenote Angelita , Mexico . Disana ada sebuah gua. Jika anda menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya air segar (tawar), namun jika anda menyelam sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi air asin, lalu anda dapat melihat sebuah “sungai” di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun daunan.

Namun pengkaji mengatakan, itu bukanlah sungai biasa, itu adalah lapisan hidrogen sulfida, namun nampak seperti sungai… luar biasa bukan? Lihatlah betapa hebatnya ciptaan Allah s.w.t.

Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing

Nyambungkah dengan Ar-Rahman 19-20?

“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,
antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.”

Atau Al Furqan 53?

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini
tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya
dinding dan batas yang menghalangi.”

Wallahu’alam wabishab

Jatuh(kan) Cinta

Oleh : sidhanimuth

cinta.. cinta.. cinta apa??
lemah dan rapuh, jatuh sedikit langsung hancur berkeping-keping tak jelas wujudnya
knp cinta jatuh
knp jatuh cinta??

cinta.. cinta.. cinta..
Benih2nya masih melimpah bersinar penuh harapan utk stiap insan
Takkan habis dimakan zaman walau semesta berhenti bernafas
dimanapun ia singgah, sekalipun di negeri gersang nan asing
tanam semai rawat
akan berakar bersemi abadi
jatuhkan niscaya takkan bisa
selama benihnya memang benih cinta

cinta.. cinta.. cinta..
cinta itu setia
setia itu abadi
abadi itu Sang Abadi

lainnya bukan cinta
itu hanya hati lain bertopengkan cinta

Karena keletihan yang dialami Abdul Fattah Abu Ismail, Zainab Al Ghazali
memberikan ongkos untuk naik taksi. Abdul Fattah Abu Ismail
mengembalikannya sambil mengatakan, “Dakwah ini tidak akan dapat
dipikul oleh orang-orang yang manja.” Zainab pun menjawab, “Saya sering
ke mana-mana dengan taksi dan mobil-mobil mewah, tapi saya tetap dapat
memikul dakwah ini dan saya pun tidak menjadi orang yang manja terhadap
dakwah. Karena itu, pakailah ongkos ini, tubuhmu letih dan engkau
memerlukan istirahat sejenak.” Ia pun menjawab, “Berbahagialah ibu. Ibu
telah berhasil menghadapi ujian Allah swt. berupa kenikmatan-kenikmat an
itu. Namun, saya khawatir saya tidak dapat menghadapinya sebagaimana
sikap ibu. Terima kasih atas kebaikan ibu. Biarlah saya naik kendaraan
umum saja.”

Ubar, Atlantis Padang Pasir

Nicholas Clapp, seorang aarkeolog amatir, membaca buku “Arabia Felix” yang ditulis oleh seorang Inggris bernama Bertram Thomas pada tahun 1932. Buku itu menceritakan bahwa ada sebuah daerah di bagian selatan semenanjung Arabia yang sangat maju. Bangsa Yunani menyebut daerah ini “Eudaimon Arabia”. Sarjana Arab abad pertengahan menyebutnya sebagai “Al-Yaman as-Saida”. Semua penamaan tersebut berarti “Arabia yang Beruntung”. Sayangnya Thomas meningggal sebelum penemuanya menjadi berita besar. Clapp kemudian mempelajari arsip-arsip Thomas. Dgn bantuan NASA dan pencarian literatur di Perpustakaan Hutington, Clapp berhasil menemukan kota tersebut dan menggalinya dari dlm gurun pasir dan bahkan melakukan rekonstruksi. Hal ini cukup menggemparkan karena selama ini kisah kota Ubar yang legendaris hanya terdengar sebagai mitos.

Keberuntungan kaum yang tinggaldi kota Ubar berkaitan dengan posisi yang strategis selaku perantara perdagangan rempah-rempah antara India dengan tempat-tempat di sebelah Utara semenanjung Arab. Di samping itu orang-orang di daerah ini menghasilkan dan mendistribusikan “frankincense” sebuah aroma wangi-wangian dari getah/damar sejenis pohon langka yang menjadi barang yang sangat penting dalam masyarakat kuno, tanaman ini digunakan sebagai dupa (asap wangi) dalam bebagai acara religi/keagamaan. Pada sat itu, tanaman tesebut setidaknya sama berharganya seperti emas.

…Adapun kaun Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang, yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus…(QS. Al-Haaqqah: 6-8)

Apakah kamu melihat suatu kecocokan di sini? Diterjang badai sehingga prlahan-lahan terkubur pasir idup2, hiiy 😥

Foto dari langit, kalo gak dari langit gak keliatan

Tanda panah adalah jalur tempat kabilah-kabilah bertemu dan menuju kota Ubar

Foto dari langit, kalo gak dari langit gak keliatan

Foto dari langit, kalo gak dari langit gak keliatan

Hasil rekonstruksi

Dr. Zarins yang memimpin penelitian menyatakan bahwa ciri khas kota ini adalah menara-menara dan tiang-tiang.

…Apakah kamu mendirikan istana pada tiap-tiap tanah tinggi untuk kemegahan tampa ditempati, dan kamu mmbuat benteng -benteng dengan maksud supaya kamu kekal… (QS Asy Syu’araa’ 123-140).

Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum ‘Ad, (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain.( QS AL Fajr: 6-8).

Kok matching yaa

Wallauh’alam wabishab.

Copas dr brbagai sumber. Kbanyaan yg beredar versi Salim A. Fillah, tapi ini versi lain

Cinta adalah hal fitrah yang tentu saja dimiliki oleh setiap orang,
namun bagaimanakah membingkai perasaan tersebut
agar bukan Cinta yang mengendalikan Diri kita
Tetapi Diri kita yang mengendalikan Cinta

Mungkin cukup sulit menemukan teladan dalam hal tersebut
disekitar kita saat ini
Walaupun bukan tidak ada..
barangkali, kita saja yang tidak mengetahui saking rapatnya dikendalikan

Tapi,
kebanyakan justru yang tampak ke permukaan adalah yang justru seharusnya tidak kita contoh
Kekurangan teladan?
Mungkin..

Sitti Fatimah Azzahra r.a. mencapai puncak keremajaannya dan kecantikannya pada saat risalah yg dibawakan Nabi Muhammad s.a.w. sudah maju dgn pesat di Madinah dan sekitarnya. Ketika itu Sitti Fatimah Azzahra r.a. benar-benar telah menjadi remaja puteri.
Keelokan parasnya banyak menarik perhatian. Tidak sedikit pria terhormat yg menggantungkan harapan ingin mempersun¬ting puteri Rasul Allah s.a.w. itu. Beberapa orang terkemuka dari kaum Muhajirin dan Anshar telah berusaha melamarnya. Menanggapi lamaran itu Nabi Muhammad s.a.w. mengemukakan bahwa beliau sedang menantikan datangnya petunjuk dari Allah s.w.t. mengenai puterinya itu.
Pada suatu hari Abu Bakar Ash Shiddiq r.a. Umar Ibnul Kha¬tab r.a. dan Sa’ad bin Mu’adz bersama-sama Rasul Allah s.a.w. duduk dalam mesjid beliau. Pada kesempatan itu diperbincangkan antara lain persoalan puteri Rasul Allah s.a.w. Saat itu beliau ber¬tanya kepada Abu Bakar Ash Shiddiq r.a.: “Apakah engkau bersedia menyampaikan persoalan Fatimah itu kepada Ali bin Abi Thalib?”
Abu Bakar Ash Shiddiq menyatakan kesediaanya. Ia beranjak utk menghubungi Imam Ali r.a. Sewaktu Imam Ali r.a. melihat datangnya Abu Bakar Ash Shiddiq r.a. dgn tergopoh-¬gopoh dan terperanjat ia menyambutnya kemudian bertanya: “Anda datang membawa berita apa?”
Setelah duduk beristirahat sejenak Abu Bakar Ash Shiddiq r.a. segera menjelaskan persoalannya: “Hai Ali engkau ada¬lah orang pertama yg beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta mempunyai keutamaan lbh dibanding dgn orang lain. Semua sifat utama ada pada dirimu. Demikian pula engkau ada¬lah kerabat Rasul Allah s.a.w. Beberapa orang sahabat terkemuka telah menyampaikan lamaran kepada beliau utk dapat mem¬persunting puteri beliau. Lamaran itu oleh beliau semuanya di¬tolak. Beliau mengemukakan bahwa persoalan puterinya diserah¬kan kepada Allah s.w.t. Akan tetapi hai Ali apa sebab hingga se¬karang engkau belum pernah menyebut-nyebut puteri beliau itu dan mengapa engkau tidak melamar utk dirimu sendiri? Ku¬harap semoga Allah dan Rasul-Nya akan menahan puteri itu un¬tukmu.”
Mendengar perkataan Abu Bakar r.a. mata Imam Ali r.a. ber¬linang-linang. Menanggapi kata-kata itu Imam Ali r.a. berkata: “Hai Abu Bakar anda telah membuat hatiku goncang yg se¬mulanya tenang. Anda telah mengingatkan sesuatu yg sudah kulupakan. Demi Allah aku memang menghendaki Fatimah tetapi yg menjadi penghalang satu-satunya bagiku ialah ka¬rena aku tidak mempunyai apa-apa.”
Abu Bakar r.a. terharu mendengar jawaban Imam Ali yg memelas itu. Untuk membesarkan dan menguatkan hati Imam Ali r.a. Abu Bakar r.a. berkata: “Hai Ali janganlah engkau ber¬kata seperti itu. Bagi Allah dan Rasul-Nya dunia dan seisinya ini hanyalah ibarat debu bertaburan belaka!”
Setelah berlangsung dialog seperlunya Abu Bakar r.a. ber¬hasil mendorong keberanian Imam Ali r.a. utk melamar puteri Rasul Allah s.a.w.
Beberapa waktu kemudian Imam Ali r.a. datang menghadap Rasul Allah s.a.w. yg ketika itu sedang berada di tempat ke¬diaman Ummu Salmah. Mendengar pintu diketuk orang Ummu Salmah bertanya kepada Rasul Allah s.a.w.: “Siapakah yg me¬ngetuk pintu?” Rasul Allah s.a.w. menjawab: “Bangunlah dan bu¬kakan pintu baginya. Dia orang yg dicintai Allah dan Rasul-¬Nya dan ia pun mencintai Allah dan Rasul-Nya!”
Jawaban Nabi Muhammad s.a.w. itu belum memuaskan Ummu Salmah r.a. Ia bertanya lagi: “Ya tetapi siapakah dia itu?”
“Dia saudaraku orang kesayanganku!” jawab Nabi Mu¬hammad s.a.w.
Tercantum dalam banyak riwayat bahwa Ummu Salmah di kemudian hari mengisahkan pengalamannya sendiri mengenai kunjungan Imam Ali r.a. kepada Nabi Muhammad s.a.w. itu: “Aku berdiri cepat-cepat menuju ke pintu sampai kakiku ter¬antuk-antuk. Setelah pintu kubuka ternyata orang yg datang itu ialah Ali bin Abi Thalib. Aku lalu kembali ke tempat semula. Ia masuk kemudian mengucapkan salam dan dijawab oleh Rasul Allah s.a.w. Ia dipersilakan duduk di depan beliau. Ali bin Abi Thalib menundukkan kepala seolah-olah mempunyai maksud tetapi malu hendak mengutarakannya.
Rasul Allah mendahului berkata: “Hai Ali nampaknya eng¬kau mempunyai suatu keperluan. Katakanlah apa yg ada dalam fikiranmu. Apa saja yg engkau perlukan akan kauperoleh dariku!”
Mendengar kata-kata Rasul Allah s.a.w. yg demikian itu lahirlah keberanian Ali bin Abi Thalib utk berkata: “Maafkan¬lah ya Rasul Allah. Anda tentu ingat bahwa anda telah mengambil aku dari paman anda Abu Thalib dan bibi anda Fatimah binti Asad di kala aku masih kanak-kanak dan belum mengerti apa-apa.
Sesungguhnya Allah telah memberi hidayat kepadaku melalui anda juga. Dan anda ya Rasul Allah adl tempat aku bernaung dan anda jugalah yg menjadi wasilahku di dunia dan akhirat. Setelah Allah membesarkan diriku dan sekarang menjadi dewasa aku ingin berumah tangga; hidup bersama seorang isteri. Sekarang aku datang menghadap utk melamar puteri anda Fatimah. Ya Rasul Allah apakah anda berkenan menyetujui dan menikahkan diriku dgn dia?”
Ummu Salmah melanjutkan kisahnya: “Saat itu kulihat wajah Rasul Allah nampak berseri-seri. Sambil tersenyum beliau berkata kepada Ali bin Abi Thalib: “Hai Ali apakah engkau mem¬punyai suatu bekal maskawin?” .
“Demi Allah” jawab Ali bin Abi Thalib dgn terus terang “Anda sendiri mengetahui bagaimana keadaanku tak ada sesuatu tentang diriku yg tidak anda ketahui. Aku tidak mempunyai apa-apa selain sebuah baju besi sebilah pedang dan seekor unta.”
“Tentang pedangmu itu” kata Rasul Allah s.a.w. menanggapi jawaban Ali bin Abi Thalib “engkau tetap membutuhkannya utk melanjutkan perjuangan di jalan Allah. Dan untamu itu engkau juga butuh utk keperluan mengambil air bagi keluargamu dan juga engkau memerlukannya dalam perjalanan jauh. Oleh ka¬rena itu aku hendak menikahkan engkau hanya atas dasar maska¬win sebuah baju besi saja. Aku puas menerima barang itu dari ta¬nganmu. Hai Ali engkau wajib bergembira sebab Allah ‘Azza wa¬jalla sebenarnya sudah lbh dahulu menikahkan engkau di langit sebelum aku menikahkan engkau di bumi!” Demikian versi riwa¬yat yg diceritakan Ummu Salmah r.a.
Setelah segala-galanya siap dgn perasaan puas dan hati gembira dgn disaksikan oleh para sahabat Rasul Allah s.a.w. mengucapkan kata-kata ijab kabul pernikahan puterinya: “Bahwa¬sanya Allah s.w.t. memerintahkan aku supaya menikahkan engkau Fatimah atas dasar maskawin 400 dirham . Mudah-mudahan engkau dapat menerima hal itu.”
“Ya Rasul Allah itu kuterima dgn baik” jawab Ali bin Abi Thalib r.a. dalam pernikahan itu.

Kisah ini disampaikan disini, bukan untuk membuat kita menjadi mendayu-dayu atau romantis-romantisan. Kisah ini disampaikan agar kita bisa belajar lebih jauh dari ‘Ali dan Fathimah bahwa ternyata keduanya telah memiliki perasaan yang sama semenjak mereka belum menikah tetapi dengan rapat keduanya menjaga perasaan itu. Bukan hanya namanya yg tak tersebutkan, bahkan gejolak hatipun tak ada yang tau. Remaja mana yg hatinya tak pernah bergejolak krn cinta. Tapi bagi Ali dan Fatimah, mereka tak mau cinta yg lain membesar melebihi cintanya pada Allah. Pernikahan adalah utk melengkapi ibadah, karena itu Ali akhirnya melamar Fatimah.

Lalu jika dirinya sendiri tak ingin hatinya bergejolak sedemikian rupa, bagaimana orang lain bisa tau dia sedang jatuh cinta.

Mungkin jargon “Biarkan indah pada waktunya” sudah sering kita dengar, bagaimana kl skrg kita tambah dg “Biarkan kejutan sebagai part terindahnya”.

Ahh.. indahnya cinta.. (ababil bgt bahasa penutupnya, ahahaha)

mohon maaf
Yg benar dtg dari Allah, yg slh dr saya sndiri
Smoga kita bisa mengambil ibrohnya

siapa yang lebih kejam?

Ada empat orang pemuda, sebut saja si A, B, C dan D. Dari mereka berempat, yang paling kuat adalah si A, yang paling lemah adalah si D, dan yang paling lemah kedua adalah si C. Tapi jangan salah sangka saudara2, belum tentu kekuatan mereka sesuai dengan tingkat kekejaman mereka. Mari kita simak sejenak dan ambil hikmah dari kisah mereka berempat.

Pada suatu hari mereka melihat seorang wanita tanpa dosa melintas. Trus mereka pengen ngadu siapa diantara mereka yang paling kejam. Si B langsung ngomporin A untuk maju duluan. Tanpa babibu si A langsung nyerang wanita tak berdaya tersebut tanpa ampun. Ga usah diceritain detilnya kan ya nyerangnya pake smackdown ato pake rudal, pokoknya sadis lah, percaya aja deh ma guwa yak! Si B bersorak-sorai nyemangatin “Ayo A, hajar terus sampe mampus!!”. Si C cengo n speechless, tapi kok mulutnya megap2 gitu, g tau deh mo ngomong apa, keburu ‘tatuutt’ duluan kali yee. Tiba2 si D menghadang si A untuk melerai, “Cukup sudah!! Kamu kelewatan!!”. Tapi apa daya, tewaslah si D oleh kekejaman si A.

Trus, pas tiba giliran si B untuk menunjukkan kekejamannya, ia menolak. Ngelesnya sih : “Cewek udah megap2 kaga’ bisa ngapa2in gitu ngapain guwa urusin, ngotor2in tangan aja, ntar kalo diliat orang lain rusaklah harga dirikuh!”

A : “Berarti telah diputuskan bahwa yang paling pantas menyandang gelar raja kejam adalah guwa!! Sah? Sah? Sah? Yak! Sah! Tok tok tok!! Huwahahahaha”

C : “Tunggu dulu!! Sebenarnya.. yang paling kejam adalah saya, karena.. wanita itu adalah sahabat saya, dan saya diam saja melihatnya dibantai. ”

B : “Benarkah?? Hiks.. hiks.. menyedihkan sekali..” Jangan termakan! Sebenarnya B singkatannya Buaya.

A : “Beraninya kau C, merebut tahta kekejamanku! Hiaatt!!”Kemudian tewaslah si C.

Ironisnya, diluar sana masih ada si E, si F, si G dkk yang juga sahabat wanita tersebut menyaksikan kejadian tersebut. Mereka juga diam ke’tatuutt’an ato malah g mo tau.

The End, hohoho

Apa kita harus jadi kuat dulu untuk menolong orang lain?

Apa kita harus menutup mata hanya karena merasa g bisa apa-apa?

Trus, bagaimana cara kita memaknai kisah sorang pelacur yang mati kehausan karena memberikan minum terakhirnya untuk seekor anjing? Apa pengorbanannya tidak lebih berharga daripada sedekah seorang miliyoner untuk masyarakat satu kampung?

Trus, bagaimana kita memaknai kisah sebuah keluarga miskin yang mengorbankan makan malam terakhirnya untuk menyambut sahabatnya yang juga miskin(bahkan mungkin tidak lebih miskin) yang datang dari perjalanan jauh? Apa itu tidak lebih berharga dari pesta penyambutan mewah seorang tamu negara?

Perjuangan memang membutuhkan strategi, kita juga g mau mati tanpa hasil nyata seperti D, ato malah mati konyol seperti si C. Mungkin kita g bisa apa-apa, TAPI BUKAN DIAM ..

Apapun bentuk matamu, apapun warna kulitmu, dimanapun tanah airmu, apapun agamamu..

JANGAN APATIS!! DIMANA RASA KEMANUSIAANMU??

Minimal.. minimal.. minimal.. kirimkanlah do’a, yakinlah, do’amu akan sangat menguatkan mental mereka.

For our beloved friends PALESTINA

Feel lonely in this world?? Try this!!

Hehe, sbnrny sih ini cm kata2 penghibur ku pas sahabat SMP ku blg kesepian di dunia baru (kuliah!!), dia di UI, rumahnya di Depok!! Ktnya : no best fren here nih! Pdhl sih dlm hati ku, yaelah aku yg di ITB ja g home sick, hihi (g denk, yan, bcanda, kangen kamu bgt koq! muach!)

Isinya cm sharing cerita penyesuaian diri ku ja, tp maknyuss! manjur! Aku blg gini,

“Dince, carilah temen baru sebanyak-banyaknya tapi jaga hubungan dgn teman2 lama.

Btw, kl SMA nya aktivis rohis, akan slalu disambut ma para rohis kampus. Kl pengen mulai jd aktivispun akan lgsg disambut mesra. Kl pengen menclok2 ja, aku saranin jgn malu, sok kenal aja, g perlu jaim jg! Pasti disambut ramah+tuluss!

Aku pas awal kuliah jg kesepian. Tp tiba2 da reuni alumni aktivis rohis SMA gitu, aku diundang. Qt lgsg akrab ky temen lama lho!(Yosh! Itulah kekuatan ukhuwah Islamiah!)

Krn sbg umat Islam, qt semua sodara, cm baru dipertemukan ja. Coba ja cari temen disana! Keep in touch y darling! ^^”

Sbagai penutup “Belum beriman seseorang sebelum mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri..”, tau kan syp yg ngomong tuh??