Di zaman saat godaan zina bertebaran, pernikahan adalah solusi terbaik. Para aktivis rohis kini beramai-ramai mempropagandakan serunya menikah muda. Sesuai tradisi Arab, anak-anak Rasulullah semuanya menikah di usia muda. Yang sudah menikah memanas-manasi para ‘jojoba’  dengan pamer kemesraan. Dari berbagai media pun, saya sering mendengar bahwa Rasulullah adalah suami yang pandai menjaga kemesraan dengan istri-istrinya. Tapi benarkah Rasulullah bermesraandimanapun dia suka?

Diriwayatkan oleh Shafiyah binti Huyaiy ra, ia berkata: Suatu malam ketika Nabi saw sedang beriktikaf, aku datang mengunjungi beliau untuk mengajak bicara. Setelah itu aku pun bangkit berdiri untuk pulang dan Rasulullah saw ikut berdiri untuk mengantarkanku. Tempat tinggal Shafiyah adalah di rumah Usamah bin Zaid. Tiba-tiba lewat dua orang Ansar. Tatkala mereka melihat Nabi saw mereka mempercepat jalan mereka lalu Nabi saw berseru: Tunggu! Dia adalah Shafiyah binti Huyaiy. Mereka berdua segera menyahut: Maha suci Allah, ya Rasulullah! Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya setan itu berada di dalam aliran darah tubuh manusia dan aku khawatir akan menimbulkan prasangka buruk di hati kalian atau mengatakan sesuatu.

Wah berarti boleh bermesraan di depan umum asal ga menimbulkan fitnah. Tapi masa’ dikit2 konferensi pers? Kalo niatnya manas-manasin orang yang memang nunda2 nikah sih ga masalah. Tapi kalo yg liat malah orang yang sebenernya udah ‘pengen’ tapi belum jodohnya gimana?

Kata temen saya, menahan diri dari zina sebelum menikah itu adalah puasa, dan menikah itu berbuka. Apakah etis makan di depan orang puasa?

Janganlah engkau menyakiti tetanggamu dengan bau sedap masakan pancimu, kecuali engkau mengirim sebagian darinya untuk dia. HR. Ibnu Asakir melalui Ibnu Mas’ud r.a.

Lah masa’ iya situ mau nge’share’ pasangan situ sama para jombloers??

Sekarang-sekarang ini, dampak dari propaganda nikah semakin terasa. Alhamdulillah nikah muda semakin marak. Tapi oh tapi, VMJ pun makin marak di kalangan yang masih puasa. Untuk jombloers yang kelaparan: rasa lapar itu manusiawi, wajaaarr bgt, tapi apakah layak jika engkau menampakkan rasa laparmu saat sedang berpuasa? Bersabarlah dan lakukan kegiatan lain yang lebih bermanfaat.. bukankah itu esensi dari puasa? Tenanglah, jangan takut, jangan khawatir. Jodoh dan waktu yang terbaik untukmu sudah tersusun rapi dalam skenarioNya.

Sbnrnya mslh seperti ini jatohnya bisa ke mslh akidah lho! Misalnya, ttg rizki dari Allah. Sbnrnya kl kita percaya, Allah tak prnh lalai untuk menyiapkan rizki utk tiap-tiap makhluknya. Dari amoeba sampe paus biru semuanya tak ada yg luput dari Allah. Makanya org yg akidahnya sehat pantang utk merisaukan rizki yang di dapatnya. Carilah uang utk beramal, ‘efek sampingnya’ kita akan mendapat sisa rizki utk diri sndiri. Bekerjalah utk beramal, ‘efek sampingnya’ kita akan medapat rizki.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Allah Subhannahu wa Ta”ala berfirman, artinya,

“Wahai Anak Adam Bersungguh-sungguhlah engkau beribadah kepada Ku, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kecukupan dan Aku menanggung kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukan itu maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kesibukan dan Aku tidak menanggung kefakiranmu.”
Tau kan yaa kl ibadah di sini mskdnya dlm arti luas jg..

Begitu jg dgn jodoh. Ga usah dikejar-kejarlah, stay cool aja..

Jagalah hatimu (dan bantulah saudaramu menjaga hatinya)

Maaf  ya kalo ada yang tersinggung, yang bener datangnya dari Allah dan yang salah dari saya sendiri.

Iklan